5 Prinsip Agar Menulis Di Internet Tidak Gampang Bosan

Prinsip Menulis Di Internet

Bagi sebagian orang (termasuk saya hehehe), menulis bisa jadi merupakan aktivitas yang membosankan. Akan tetapi menulis di internet bisa menjadi kegiatan yang justru dapat meningkatkan semangat bahkan bisa menjadi ‘mood booster’ jika kita mengetahui beberapa prinsip yang harus terpenuhi.

Pada dasarnya, menulis menggunakan media apapun. Baik offline (cetak) maupun online (media daring) memiliki dasar yang sama. Akan tetapi, menulis di internet menggunakan media website maupun media sosial memiliki karakter tersendiri sesuai dengan tipikal pembaca dan tujuannya.

Berikut tips menulis di internet agar tidak gampang bosan, antara lain:

1. Temukan Motivasi

Ini dia, aktivitas apapun membutuhkan motivasi dalam menjalankannya. Tidak terkecuali kegiatan menulis, dimana aktivitas ini disebut susah untuk dijalankan bagi kebanyakan orang di Indonesia. Motivasi harus datang dari dalam diri. Dorongan yang datangnya dari luar atau eksternal kadang ampuh atau mujarab hanya untuk sesaat saja. Beberapa waktu, setelah itu padam lagi.

Seorang penulis di internet secara serius harus menemukan motivasi, mengapa dirinya harus menulis. Motivasi ini yang senantiasa akan mengarahkan seorang penulis untuk tetap konsisten dan persisten menghasilkan karya-karya tulis yang bermanfaat untuk orang lain dan pastinya juga untuk dirinya sendiri. Jika perlu, kita harus mencari berbagai ‘penguatan’ inspirasi agar motivasi tersebut terus membara. Misalnya, dengan membaca profil biografi orang-orang sukses serta tokoh-tokoh yang memiliki habit menulis setiap hari.

2. Tujuan Yang Jelas

Setelah motivasi didapatkan, saatnya menggariskan secara jelas apa tujuan dan motif menulis di internet. Berdasar Teori hierarki kebutuhan Maslow, manusia memiliki beberapa kebutuhan. Diantaranya dari yang paling dasar adalah, kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, yang ketiga kebutuhan atas kasih sayang, butuh akan sebuah penghargaan dan yang terakhir atau kelima yaitu kebutuhan akan aktualisasi diri.

Lima hirarki kebutuhan Maslow tersebut dapat menjadi tujuan aktivitas menulis. Tentunya, antara orang satu dengan lainnya berbeda. Ada orang yang menulis untuk kebutuhan fisiologi, artinya menulis untuk mendapatkan ‘honor’ (uang, materi, dan semacamnya) untuk memenuhi kebutuhan fisiologinya. Atau bahkan pada tahapan puncak, yakni hanya sebagai aktualisasi diri. Semua itu sah-sah saja, tergantung orangnya.

3. Fokus Pada Tujuan

Menulis memang dapat memberikan penulisnya akan sebuah tujuan yang telah digariskan. Dengan syarat, fokus pada tujuan. Bolehlah tiap penulis berbeda-beda tujuannya, akan tetapi hal itu membutuhkan fokus yang jelas. Jika menulis untuk mencari nafkah yakni materi atau uang, bisa saja. Menulis bisa menjadi sumber mata pencaharian yang menjanjikan jika ditekuni dan dijalankan secara serius. Freelance writer dapat menjadi pekerjaan menjanjikan pada era komunikasi seperti saat ini.

Begitupula untuk kebutuhan lainnya, misal kasih sayang dan sebagainya. Menulis di Internet menjadikan semuanya mungkin terjadi. Mengingat platform menulis secara online yang memudahkan pembaca untuk memberikan ‘feedback’ atau komentar. Sehingga seorang penulis dapat berinteraksi secara intens dengan pembaca setianya.

4. Orientasi Visibilitas

Menulis di Internet menggunakan berbagai media yang tersedia, baik blog gratis maupun website profesional harus memenuhi prinsip orientasi visibilitas secara online. Karena berbeda dengan menulis di buku harian yang bersifat privat dan tidak boleh diketahui oleh orang lain. Menulis online sejatinya memang ditujukan untuk publikasi.

Jika menulis online tidak berorientasi visibilitas di Internet, maka hal itu sama halnya dengan melanggar fitrahnya. Ketika hal ini tidak sesuai dengan prinsipnya, maka aktivitas menulis akan mudah menjumpai titik jenuh. Sangat wajar, karena hal itu tidak ada umpan balik berupa komentar maupun respon pembaca. Kondisinya menjadi stagnan dan membosankan.

5. Konversi Pembaca

Terakhir, menggunakan media apapun. Dalam menulis di Internet harus berfikir tentang konversi pembaca. Tidak harus pembaca, penjung blog, follower media sosial tersebut membeli sesuatu. Atau bertujuan ‘jualan online’. Akan tetapi mengkonversi pembaca menjadi “sesuatu” itu sangat penting dilakukan agar aktivitas menulis terus berkesinambungan. Menulis bisa menjadi kerja sampingan maupun sebagai pekerjaan utama.

Penulis, baik freelancer maupun profesional harus mulai berpikir bahwa pembaca blog tersebut akan dikonversi. Konversi dari seorang pembaca menjadi konsumen, dari konsumen menjadi loyal kustomer. Atau jika tidak bertujuan komersil/bisnis, konversi tersebut bisa menjadi berbagai hal. Misal dalam hal menulis untuk konten politik, dari seorang pembaca dalam posisi ‘swing voters’ menjadi seorang pemilih. Dan berbagai keperluan lainnya. Dengan memikirkan konversi pembaca, maka seorang penulis tidak akan kehabisan ide untuk ditulis. Akhirnya, aktivitas menulis di internet tetap menyenangkan dan jauh dari kondisi membosankan.

Selamat mencoba, mari mulai menulis.

Mulai Sekarang Juga

Waktu terus berlalu. Berubah atau kalah, Action sekarang!

Copyright © 2018 letsgrow.id | Alamat
Mitra Strategi Pemasaran Online di Internet